Barongsai
Barongsai
adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai
singa[1]. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang
tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ke tiga sebelum
masehi
Sejarah
Kesenian
Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589
Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan
pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama
Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu.
Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.
Cap Go Meh
Cap
Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru
Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek
Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap =
Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek
berlangsung selama lima belas hari.
Perayaan
ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan
sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine
Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan
melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dari Penang,
Malaysia.
Asal usul Cap Go Meh
Hari
raya Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie dalam bahasa Tionghoa yang jatuh pada tanggal
15 bulan pertama tahun Imlek adalah salah satu hari raya tradisional Tiongkok.
Menurut tradisi rakyat Tiongkok, sehabis Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh
perayaan Tahun Baru Imlek.
Hari
raya Cap Go Meh juga disebut Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa
Tionghoa. Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun
baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion
berwarna-warni, maka festival ini juga disebut sebagai “hari raya lampion”.
Menyaksikan
lampion dan makan onde-onde adalah dua bagian penting pada hari raya Cap Go
Meh. Dan dari mana asal usul tradisi pemasangan lampion pada Festival Cap Go
Meh? Konon pada tahun 180 Sebelum Masehi, Kaisar Hanwudi yang berkuasa pada
masa Dinasti Han Barat naik takhta pada tanggal 15 bulan pertama Imlek. Untuk
merayakan penobatannya, Kaisar Han Wudi mengambil keputusan untuk menjadikan
tanggal 15 bulan pertama sebagai hari raya lampion. Pada malam tanggal 15 bulan
pertama setiap tahun, ia berkebiasaan bertamasya ke luar istana dan merayakan
festival itu bersama rakyat. Pada tahun 104 Sebelum Masehi, Festival Cap Go Meh
secara resmi dicantumkan sebagai hari raya nasional. Berkat keputusan itu,
skala Festival Cap Go Meh meningkat lebih lanjut. Menurut peraturan, setiap
tempat publik dan setiap keluarga diharuskan memasang lampion berwarna-warni,
khususnya di jalan utama dan pusat kebudayaan akan diadakan pameran lampion
besar-besaran yang meriah. Rakyat, baik yang berusia tua maupun yang berusia
muda, pria maupun wanita semuanya akan berdatangan ke pekan lampion untuk
menyaksikan lampion dan tari lampion naga, di samping menebak teka-teki.
Lampion
berwarna yang dipasang pada Festival Cap Go Meh kebanyakan dibuat dari kertas
berwarna terang. Lampion bernama “zoumadeng” atau lampion kuda berlari adalah
salah satu macam lampion yan paling menarik. Konon lampion itu sudah bersejarah
seribu tahun lamanya.
Makan
onde-onde pada hari raya Cap Go Meh juga merupakan salah satu kebiasaan lama.
Kebiasaan makan onde-onde dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-tahun 1279
Masehi). Onde-onde dibuat dengan tepung beras ketan dan selai buah. Setelah
dimasak, rasanya lezat sekali. Pada kemudian hari, rakyat di bagian utara
menyebut makanan itu sebagai “yuanxiao” dan rakyat di selatan menyebutnya
sebagai “tangyuan”, dan pembuatannya pun berlainan dari utara ke selatan.
Kini
onde-onde bermacam-macam, dan lain tempat lain cara pembuatan dan rasanya.
Pada
Festival Cap Go Meh, rakyat selain menikmati lampion dan makan onde-onde, juga
mengadakan kegiatan hiburan lainnya, seperti jangkungan, tari yangge (semacam
tari khas di bagian utara Tiongkok) dan pertunjukan tari singa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar