Selasa, 06 November 2012

Kunci Sukses


SUKSES!!!

Sukses? Ya, sukses adalah impian setiap orang. Tidak ada satu orang pun yang ingin hidupnya gagal. Apa itu sukses? Sukses adalah keberhasilan. Tapi tingkat keberhasilan setiap orang itu berbeda, karena setiap orang mempunyai pemikiran tentang keberhasilan yang berbeda-beda misalnya menurut si A dia berhasil apabila sudah mempunyai rumah yang besar seperti istana, menurut si B dia berhasil apabila sudah bisa keliling dunia, dll.
Untuk menjadi sukses, kita harus mempunyai tujuan hidup terlebih dahulu. Jika kita tidak mempunyai tujuan hidup dalam diri kita maka kita akan menerima apa saja yang diberi oleh kehidupan. Dan hidup juga akan terasa membosankan. Banyak orang yang hidup tanpa tujuan atau fokus yang jelas, jadi mereka mengalir saja mengikuti arus kehidupan yang ada. Kita harus mempunyai tujuan agar hidup kita lebih berarti dan menyenangkan.
Perjalanan menuju sukses tentu tidak mudah, banyak sekali rintangannya. Sering kali kita harus melewati kesalahan-kesalahan/kegagalan terlebih dahulu. Semua orang ingin sukses tapi sedikit yang mau menghadapi rintangan-rintangan kehidupan yang ada. Untuk menjadi sukses ada langkah-langkah yang harus dilewati yaitu:
Pertama, kita harus mulai merubah sikap kita menjadi sikap yang positif. Cara untuk merubah sikap yaitu mulailah merubah pikiran yang positif karena dari pikiran yang positif akan menjadi perkataan yang positif dan dari perkataan akan menjadi tindakan yang positif juga. Apabila semua itu sudah terjadi maka kita tinggal membiasakannya karena apabila kita sudah terbiasa maka hal itu akan menjadi karakter. Manfaat dari sikap yang positif yaitu semangat dan kreatifitas menjadi bertambah, kesempatan yang tidak terbatas dan terbebas dari pikiran khawatir.


Kedua, kita harus belajar untuk bersyukur dengan cara mulailah dengan menghitung (menulis) berkat-berkat yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Bersyukur untuk papa, mama, kakak, adik, saudara-saudara, tetangga, teman-teman, guru-guru, dan masih banyak lagi. Kita harus tetap bersyukur dalam segala hal walaupun sedang menghadapi rintangan, bersyukurlah dalam setiap situasi!

Ketiga, yaitu menetapkan sasaran. Menetapkan sasaran sangat berpengaruh pada kesuksesan kita. Banyak orang bermimpi, tetapi sedikit yang menggenapi impiannya. Dalam proses menggenapi impian kita, kita akan menghadapi banyak sekali rintangan, tetapi rintangan-rintangan itu akan membuat kita menjadi semakin kuat. Bersyukurlah untuk rintangan itu, karena rintangan akan semakin mendekatkan kita pada sasaran. Sasaran itu harus ditulis karena sasaran tidak ditulis itu tidak jelas dan hasilnya juga tidak akan jelas. Satu sasaran saja yang ditulis, maka kita akan tetap berada di jalur sasaran kita sekaligus berfungsi menjadi tempat pemeriksaan dan melindungi kita dari gangguan kesenangan dari luar. Dalam menetapkan sasaran terbagi menjadi 4 yaitu, sasaran jangka pendek, sasaran jangka panjang, sasaran yang bersifat fisik dan sasaran yang bersifat non fisik. Dan sasaran-sasaran itu harus sasaran kita sendiri, jangan mengikuti atau ikut-ikutan dengan orang lain. Apapun sasaran kita, apabila kita pegang erat-erat maka semua itu akan menjadi kenyataan.
Keempat, setiap sasaran/pilihan mempunyai konsekuensi yang baik maupun buruk. Hukum tabur tuai selalu terjadi. Apa yang kita tanam baik secara fisik maupun spiriual mempunyai konsekuensi sangat baik atau sangat buruk. Karena semua itu tergantung dari benih yang ditabur.
Kelima, yaitu disiplin. Dengan berdisiplin dalam menjalankan sasaran yang sudah ditetapkan maka satu per satu sasaran akan terwujud. Kebiasaan buruk tidak perlu disiplin, tapi kebiasaan baik sangat dibutuhkan disiplin. Dengan disiplin kita akan mendapatkan apa saja.

Keenam, yaitu prioritas. Prioritas adalah kebiasaan, supaya prioritas kita menjadi kenyataan kita harus menuliskan prioritas kita lalu berkomitmen untuk melaksanakan prioritas dan membuat misi pribadi. Cara menulis pernyataan misi pribadi yaitu tulis secara berurutan prioritas secara berurutan ke bawah lalu jawablah pertanyaan, “Apa yang ingin saya capai dalam kehidupan ini dengan melaksanakan prioritas?”

Ketujuh, yaitu integritas. Sikap integritas yaitu bertanggungjawab, jujur, menepati perkataan, dan setia pada perkara yang kecil. Integritas terasa mengekang bagi orang-orang yang tidak ingin melakukan apa yang benar, tetapi membawa kebebasan bagi orang-orang yang menyadari manfaat manfaat integritas. Integritas, pada dasarnya adalah soal hati.

Kedelapan, yaitu jangan khawatir. Supaya tidak khawatir kita harus menghilangkan pola pikir khawatir lalu kembangkan pengharapan yang positif.

Kesembilan, yaitu kasih. Kasih itu apa sih? “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karenakebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan” (1 Kor 13 : 4-8) itulah kasih. Pengorbanan juga termasuk kasih.
Siapa aja sih yang harus kita kasihi? “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan engan segenap akal budimu dan dengan segenap kakuatanmu” dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti diri mu sendiri” (Markus 12 :30-31). Kita tidak dapat melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, kita membutuhkan Dia! Kalau kita tidak mempunyai kasihNya dalam hati kita, kita tidak mungkin mengasihi orang lain dengan sepenuhnya, tulus, atau dengan sungguh-sungguh. 
Mengasihi adalah bagian dari pelayannan kita kepada orang lain. Yang terpenting adalah kita menaati Tuhan dan firman-Nya. Maka kita dapat berjalan dalam damai sejahtera, sehingga apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita!

        Kesepuluh, doa. Sambil kita melaksanakan sasaran kita, jangan lupa untuk berdoa yaitu berkomunikasi dengan Tuhan. Supaya jalur komunikasi antara Dia dan kita tetap terbuka, kita harus mengatasi dua rintangan yaitu penghalang dan gangguan. Penghalang utama yaitu dosa,  kita harus bertobat supaya kita bisa tetap berkomunikasi dengan Tuhan. Dan gangguan yang sering terjadi yaitu terlalu lelah, tidur terlalu lama, atau smartphone, smartpad, dan semacamnya. Kita harus percaya bahwa Tuhan mendengarkan kita, bahwa Dia peduli kepada kita, dan bahwa Dia pasti menolong kita. Kita harus meminta, mencari, dan mengetok sebelum jawabannya tiba. Doa membuat kuasa Tuhan dinyatakan dan rencanaNya diwujudkan.

        Kesebelas, yaitu mengembangkan bakat atau talenta yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Setiap orang mempunyai bakat yang berbeda-beda ada yang mempunyai bakat dancer, penyanyi, olahragawan, pemain alat musik, presenter, dll. Kita harus bersyukur untuk bakat / talenta apapun yang  sudah Tuhan berikan kepada kita. Tuhan sudah memberikan yang terbaik kepada setiap kita. Dan Dia ingin kita mengembangkannya dan memakainya dengan baik supaya bisa berlipatganda. Dibalik pelipatgandaan akan kelihatan jelas bila pertumbuhan itu terus berlanjut.

        Dan yang terakhir, yaitu selesaikan apa yang sudah dimulai. Yaa, kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai, jangan berhenti sebelum kita menyelesaikannya. Fokuslah sampai tujuan/sasaran kita tercapai. Tidak ada orang yang gagal di dunia ini, namun yang ada hanyalah orang yang cepat menyerah dan tidak mau berusaha. Jangan pusingkan pikiran kita dengan kegagalan masa lalu apalagi sampai membuat kita trauma. Ubahlah kegagalan itu menjadi energi positif untuk memperbaiki diri. Jangan pernah menyesali diri atau iri hati karena tidak terlahir dalam keluarga yang kaya, tetaplah bersyukur. Dan awalilah semuanya itu dengan doa. Karena usaha tanpa doa itu sia-sia, maupun sebaliknya. 
Jadi sukses itu hanya perlu tujuan/sasaran yang jelas. Lakukanlah! Usahakanlah! Bersyukurlah! Dan berdoa! 

Selamat mencoba!!!J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar