SUKSES!!!
Sukses? Ya, sukses adalah impian setiap orang. Tidak
ada satu orang pun yang ingin hidupnya gagal. Apa itu sukses? Sukses adalah keberhasilan. Tapi tingkat keberhasilan
setiap orang itu berbeda, karena setiap orang mempunyai pemikiran tentang
keberhasilan yang berbeda-beda misalnya menurut si A dia berhasil apabila sudah
mempunyai rumah yang besar seperti istana, menurut si B dia berhasil apabila sudah
bisa keliling dunia, dll.
Untuk menjadi sukses, kita harus mempunyai tujuan hidup
terlebih dahulu. Jika kita tidak mempunyai tujuan hidup dalam diri kita maka
kita akan menerima apa saja yang diberi oleh kehidupan. Dan hidup juga akan
terasa membosankan. Banyak orang yang hidup tanpa tujuan atau fokus yang jelas,
jadi mereka mengalir saja mengikuti arus kehidupan yang ada. Kita harus
mempunyai tujuan agar hidup kita lebih berarti dan menyenangkan.
Perjalanan menuju sukses tentu tidak mudah, banyak
sekali rintangannya. Sering kali kita harus melewati kesalahan-kesalahan/kegagalan
terlebih dahulu. Semua orang ingin sukses tapi sedikit yang mau menghadapi rintangan-rintangan
kehidupan yang ada. Untuk menjadi sukses ada langkah-langkah yang harus
dilewati yaitu:
Pertama, kita harus mulai merubah sikap kita menjadi sikap yang positif.
Cara untuk merubah sikap yaitu mulailah merubah pikiran yang positif karena
dari pikiran yang positif akan menjadi perkataan yang positif dan dari
perkataan akan menjadi tindakan yang positif juga. Apabila semua itu sudah
terjadi maka kita tinggal membiasakannya karena apabila kita sudah terbiasa
maka hal itu akan menjadi karakter. Manfaat dari sikap yang positif yaitu
semangat dan kreatifitas menjadi bertambah, kesempatan yang tidak terbatas dan
terbebas dari pikiran khawatir.
![]() |
Kedua, kita harus belajar untuk bersyukur dengan cara mulailah dengan
menghitung (menulis) berkat-berkat yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.
Bersyukur untuk papa, mama, kakak, adik, saudara-saudara, tetangga,
teman-teman, guru-guru, dan masih banyak lagi. Kita harus tetap bersyukur dalam
segala hal walaupun sedang menghadapi rintangan, bersyukurlah dalam setiap
situasi!
Ketiga, yaitu menetapkan sasaran. Menetapkan sasaran sangat berpengaruh
pada kesuksesan kita. Banyak orang bermimpi, tetapi sedikit yang menggenapi
impiannya. Dalam proses menggenapi impian kita, kita akan menghadapi banyak
sekali rintangan, tetapi rintangan-rintangan itu akan membuat kita menjadi semakin
kuat. Bersyukurlah untuk rintangan itu, karena rintangan akan semakin
mendekatkan kita pada sasaran. Sasaran itu harus ditulis karena sasaran tidak
ditulis itu tidak jelas dan hasilnya juga tidak akan jelas. Satu sasaran saja
yang ditulis, maka kita akan tetap berada di jalur sasaran kita sekaligus
berfungsi menjadi tempat pemeriksaan dan melindungi kita dari gangguan
kesenangan dari luar. Dalam menetapkan sasaran terbagi menjadi 4 yaitu, sasaran
jangka pendek, sasaran jangka panjang, sasaran yang bersifat fisik dan sasaran
yang bersifat non fisik. Dan sasaran-sasaran itu harus sasaran kita sendiri,
jangan mengikuti atau ikut-ikutan dengan orang lain. Apapun sasaran kita,
apabila kita pegang erat-erat maka semua itu akan menjadi kenyataan.
Keempat, setiap sasaran/pilihan mempunyai konsekuensi yang baik maupun
buruk. Hukum tabur tuai selalu terjadi. Apa yang kita tanam baik secara fisik
maupun spiriual mempunyai konsekuensi sangat baik atau sangat buruk. Karena
semua itu tergantung dari benih yang ditabur.
Kelima, yaitu disiplin. Dengan berdisiplin dalam menjalankan sasaran yang
sudah ditetapkan maka satu per satu sasaran akan terwujud. Kebiasaan buruk
tidak perlu disiplin, tapi kebiasaan baik sangat dibutuhkan disiplin. Dengan
disiplin kita akan mendapatkan apa saja.
Keenam, yaitu prioritas. Prioritas adalah kebiasaan, supaya prioritas kita
menjadi kenyataan kita harus menuliskan prioritas kita lalu berkomitmen untuk
melaksanakan prioritas dan membuat misi pribadi. Cara menulis pernyataan misi
pribadi yaitu tulis secara berurutan prioritas secara berurutan ke bawah lalu
jawablah pertanyaan, “Apa yang ingin saya capai dalam kehidupan ini dengan
melaksanakan prioritas?”
Ketujuh, yaitu integritas. Sikap integritas yaitu bertanggungjawab, jujur,
menepati perkataan, dan setia pada perkara yang kecil. Integritas terasa
mengekang bagi orang-orang yang tidak ingin melakukan apa yang benar, tetapi
membawa kebebasan bagi orang-orang yang menyadari manfaat manfaat integritas.
Integritas, pada dasarnya adalah soal hati.
Kedelapan, yaitu jangan khawatir. Supaya tidak khawatir kita harus
menghilangkan pola pikir khawatir lalu kembangkan pengharapan yang positif.
Kesembilan, yaitu kasih. Kasih itu apa sih? “Kasih itu sabar; kasih itu murah
hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak
melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak
marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena
ketidakadilan, tetapi karenakebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya
segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan” (1 Kor 13 : 4-8) itulah kasih. Pengorbanan juga
termasuk kasih.
Siapa aja sih yang harus kita kasihi? “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan engan segenap akal budimu dan dengan segenap kakuatanmu” dan
“Kasihilah sesamamu manusia seperti diri mu sendiri” (Markus 12 :30-31). Kita
tidak dapat melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, kita membutuhkan Dia!
Kalau kita tidak mempunyai kasihNya dalam hati kita, kita tidak mungkin
mengasihi orang lain dengan sepenuhnya, tulus, atau dengan sungguh-sungguh.
Mengasihi adalah bagian dari pelayannan kita kepada orang lain.
Yang terpenting adalah kita menaati Tuhan dan firman-Nya. Maka kita dapat berjalan
dalam damai sejahtera, sehingga apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain
sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita!
Kesepuluh, doa. Sambil kita melaksanakan sasaran kita, jangan lupa
untuk berdoa yaitu berkomunikasi dengan Tuhan. Supaya jalur komunikasi antara
Dia dan kita tetap terbuka, kita harus mengatasi dua rintangan yaitu penghalang
dan gangguan. Penghalang utama yaitu dosa,
kita harus bertobat supaya kita bisa tetap berkomunikasi dengan Tuhan.
Dan gangguan yang sering terjadi yaitu terlalu lelah, tidur terlalu lama, atau
smartphone, smartpad, dan semacamnya. Kita harus percaya bahwa Tuhan
mendengarkan kita, bahwa Dia peduli kepada kita, dan bahwa Dia pasti menolong
kita. Kita harus meminta, mencari, dan mengetok sebelum jawabannya tiba. Doa
membuat kuasa Tuhan dinyatakan dan rencanaNya diwujudkan.
Kesebelas, yaitu mengembangkan bakat atau talenta yang sudah
diberikan Tuhan kepada kita. Setiap orang mempunyai bakat yang berbeda-beda ada
yang mempunyai bakat dancer, penyanyi, olahragawan, pemain alat musik,
presenter, dll. Kita harus bersyukur untuk bakat / talenta apapun yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Tuhan sudah
memberikan yang terbaik kepada setiap kita. Dan Dia ingin kita mengembangkannya
dan memakainya dengan baik supaya bisa berlipatganda. Dibalik pelipatgandaan
akan kelihatan jelas bila pertumbuhan itu terus berlanjut.
Dan yang terakhir, yaitu selesaikan apa yang sudah dimulai. Yaa,
kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai, jangan berhenti sebelum
kita menyelesaikannya. Fokuslah sampai tujuan/sasaran kita tercapai. Tidak ada
orang yang gagal di dunia ini, namun yang ada hanyalah orang yang cepat
menyerah dan tidak mau berusaha. Jangan pusingkan pikiran kita dengan kegagalan
masa lalu apalagi sampai membuat kita trauma. Ubahlah kegagalan itu menjadi
energi positif untuk memperbaiki diri. Jangan pernah menyesali diri atau iri
hati karena tidak terlahir dalam keluarga yang kaya, tetaplah bersyukur. Dan
awalilah semuanya itu dengan doa. Karena usaha tanpa doa itu sia-sia, maupun
sebaliknya.
Jadi sukses itu hanya perlu tujuan/sasaran yang jelas. Lakukanlah!
Usahakanlah! Bersyukurlah! Dan berdoa!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar